PERKEMBANGAN DAN TANTANGAN SISTEM KESEHATAN NASIONAL

Memasuki milenium ke tiga, seperti juga terjadi di banyak negara, Indonesia menghadapi berbagai perubahan dan tantangan strategis yang mendasar baikeksternal maupun internal, yang perlu dipertimbangkan dalam melaksanakanpembangunan nasional termasuk pembangunan kesehatan.

Dalam konteks eksternal, perubahan dan tantangan strategis yang terjadi adalah berlangsungnya era globalisasi, perkembangan teknologi, transportasi, dan telekomunikasi-informasi yang mengarah pada terbentuknya dunia tanpa batas.Globalisasi yang ditandai oleh meningkatnya persaingan bebas, mengharuskansetiap bangsa meningkatkan daya saing. Sejalan dengan itu demokratisasi, hakasasi manusia dan pelestarian lingkungan hidup telah menjadi tuntutan dunia yangsemakin mendesak. Keterikatan Indonesia dengan berbagai komitmen internasionalseperti Agenda-21 yang mengatur pembangunan berkelanjutan dan agendainternasional lainnya di bidang kesehatan, perlu dipertimbangkan dalam penyusunankebijakan dan penyelenggaraan pembangunan kesehatan.

Dalam konteks internal, perubahan dan tantangan strategis yang terjadiadalah munculnya krisis moneter pada tahun 1997 yang kemudian berkembang menjadi krisis multi dimensi meliputi krisis politik, ekonomi, sosial, budaya dan keamanan yang mengarah pada disintegrasi bangsa. Berbagai kondisi tersebut berdampak luas terhadap peri kehidupan masyarakat dan negara, di antaranya meningkatnya pengangguran dan jumlah penduduk miskin menurunnya derajat kesehatan penduduk yang pada gilirannya berpengaruh terhadap mutu sumberdaya manusia Indonesia

Sistem Kesehatan Nasional   harus didasarkan padaperkembangan dan masalah pembangunan kesehatan secara menyeluruh dan berkaitandengansistem-sistem sektor lain yang erat hubungannya dengan kesehatan, termasuk lingkungan strategis lainnya

Analisis situasi dan trend

1-Upaya kesehatan,akses pada pelayanan kesehatan secara nasional dalam kaitan ini akses rumah tangga  yang dapat menjangkau sarana kesehatan <30menit.

Angka kematian ibu menurun dengan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan meningkat 20% dalam kurun waktu 10tahun.Imunisasi pada bayi.promosi gizi baik oleh puskesmas,edukasi tentang kesehatan dan sanitasi dasar.

Penyakit infeksi menular masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menonjol terutama TB paru,Malaria, HIV/AIDS, DBD dan diare. Penyakit yang kurang mendapat perhatian seperti filiriasis dan kusta meningkat kembali.

Peningkatan kasus pada penyakit tidak menular spt penyakit kardiovaskuler dan secara cukup bermakna menjadikan Indonesia mempunyai beban ganda(double burden)

2-Pembiayaan kesehatan

Pembiayaan kesehatan sudah semakin meningkat dari tahun ke tahun.Persentase pengeluaran nasional sector kesehatan pada tahun 2005 adalah 0.81% dari produk domestic bruto.(PDB) dan belum mencapai 5% dari PDB seperti anjuran WHO.Tetapi proporsi pembiayaan kesehatan belum mengutamakan upaya pencegahan dan promosi kesehatan.

3-Sumber daya manusia kesehatan

Upaya pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan belum memadai,baik jumlah,jenis maupun kualitas tenaga kesehatan yang dibutuhkan. Selain itu, distribusi tenaga kesehatan masih belum merata. Jumlah dokter Indonesia masih termasuk rendah,yaitu 19 per 100.000 penduduk bila dibandingkan Negara ASEAN lain seperti Filipina 58 per 100.000 penduduk dan Malaysia 70 per 100.000 penduduk pada tahun 2007.

4-Sediaan Farmasi ,alat kesehatan dan Makanan.

Pasar sediaan farmasi masih didominasi oleh produksi domestic,selain itu bahan baku impor mencapai 85%dari kebutuhan.Penggunaa obat rasional masih belum dilaksanakan diseluruh fasilitas pelayanan kesehatan,masih banyak pengobatan yang dilakukan tidak sesuai dengan formularium.Dasar obat Essensial Nasional(DOEN)  digunakan sebagai dasar penyediaan obat dipelayanan kesehatan public.

5.Manajemen dan Informasi Keehatan

Perencanaan pembangunan kesehatan antara Pusat dan Daerah belum sinkron. Begitu pula dengan perencanaan jangka panjang/menengah masih belum menjadi acuan dalam menyusun perencanaan jangka pendek. Demikian juga dengan banyak kebijakan yang belum disusun berbasis bukti dan belum bersinergi baik perencanaan ditingkat pusat dan atau tingkat daerah.

6.Pemberdayaan Masyarakat.

Jumlah UKBM ,seperti Posyandu dan Poskesdas semakin meningkat,tetapi permanfaatan dan kualitasnya masih rendah.Sehingga dewasa ini dirasakan bahwa masyarakat masih lebih banyak sebagai objek dari subjek.

Leave a comment

Filed under Sistem Kesehatan Nasional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s